oleh

Perjuangkan Listrik Terangi Perbatasan dan Pedalaman

TANJUNG SELOR, KORANBORNEO – Harapan masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menikmati layanan listrik yang stabil dan merata kian menemui titik terang.

Pemerintah daerah bersama DPRD Provinsi Kaltara kini tengah gencar mendorong peningkatan keandalan energi, khususnya bagi wilayah-wilayah yang selama ini belum teraliri listrik secara maksimal.

banner 970x250

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan menjelaskan dalam sebuah koordinasi terbaru, pihak legislatif dan eksekutif Kaltara menekankan pentingnya pelayanan PT PLN yang lebih andal guna meminimalisir gangguan yang sering dikeluhkan masyarakat.

“Fokus utama pembangunan energi ini menyasar pada tiga titik krusial kawasan perbatasan, daerah pedalaman, serta daerah prioritas,” ungkapnya Rabu (17/12/2025).

Kata dia bukan sekadar dokumen, RUED harus terimplementasi bersama perwakilan pemerintah, telah melakukan konsultasi intensif dengan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Kementerian ESDM.

Salah satu agenda utamanya bagi dia adalah memastikan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Kalimantan Utara tidak hanya menjadi dokumen formalitas di atas kertas.

“Kita tidak ingin dokumen ini hanya sekadar rencana. Harus ada langkah konkret implementasi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” bebernya.

Mengingat geografis Kaltara yang menantang, pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi strategi kunci.

Yosua menjelaskan kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE menyambut positif usulan Kaltara untuk memaksimalkan potensi energi lokal yang ramah lingkungan.

Beberapa poin penting dalam rencana pembangunan energi Kaltara ke depan meliputi:

* Target 2026: Mendorong percepatan penyediaan tenaga listrik di desa-desa yang belum berlistrik melalui skema EBT.

•⁠ ⁠Fokus Wilayah Sebakis: Kawasan Sebakis di Kabupaten Nunukan, yang merupakan daerah perbatasan, menjadi salah satu prioritas utama yang dibahas untuk segera mendapatkan akses listrik.

Baca Juga:  HUT ke-26 Kabupaten Nunukan, DPRD Apresiasi Capaian Pembangunan dan Dorong Semangat Kolaborasi

* Sinergi Anggaran: Menyelaraskan alokasi anggaran antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung pertambahan jumlah “Desa Berlistrik” setiap tahunnya.

“Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat di wilayah pinggiran,” tegasnya.

Dengan listrik yang andal, wajah perbatasan Kaltara diharapkan tidak hanya menjadi beranda depan negara secara fisik, tetapi juga unggul dalam fasilitas dasar dan kesejahteraan.