Pengurus Dewan Pengurus Nasional Gerakan Bela Negara Menuju Indonesia (GBN MI), Andi Pratomo, (FOTO: Ist)
PEKANBARU, KORANBORNEO – Andi Pratomo, Pengurus Dewan Pengurus Nasional Gerakan Bela Negara Menuju Indonesia (GBN MI) sekaligus mantan Pengurus Pusat Koordinator Wilayah 13 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), menyampaikan dukungan penuh terhadap pernyataan Kapolri tentang Polri tetap di bawah naungan Presiden Republik Indonesia.
“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden bukanlah bentuk pemusatan kekuasaan, melainkan untuk menjaga profesionalisme, independensi, dan netralitas Polri dalam menjalankan penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia,” terang Andi pada Selasa, 27 Januari 2026.
Andi Pratomo juga menambahkan bahwa independensi Polri harus berjalan seiring dengan pengawasan publik yang kuat, transparan, dan akuntabel, sehingga institusi kepolisian tetap dapat menjunjung tinggi supremasi hukum serta melindungi hak-hak warga negara tanpa intervensi politik dari pihak manapun.
“Oleh karena itu, kami mendukung penuh Polri untuk tetap independen di bawah perintah Presiden Republik Indonesia, dengan komitmen kuat terhadap profesionalisme, supremasi hukum, dan akuntabilitas publik demi menjaga kepercayaan masyarakat, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan penegakan hukum yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia,”lanjutnya.
Sebelumnya, pernyataan terbaru Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI menegaskan bahwa institusi Polri menolak tegas wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus.
Posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden dinilai sangat ideal untuk menjamin kinerja optimal dan independensi penegakan hukum. Kapolri bahkan menyatakan kesiapannya mempertahankan prinsip tersebut, termasuk lebih memilih menyerahkan jabatan daripada menerima posisi di struktur kementerian baru yang mengubah kedudukan Polri.(*)














