TANJUNG SELOR, KORANBORNEO – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperluas layanan listrik terus dipacu. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah semakin fokus mendorong pemerataan energi hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan yang selama ini kesulitan mendapatkan akses listrik.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, menjelaskan bahwa strategi pembangunan kelistrikan di Kaltara saat ini diarahkan pada peningkatan jumlah desa berlistrik. Pendekatan tersebut dianggap lebih sesuai dengan kondisi geografis Kaltara yang dipenuhi desa kecil dan terpencil.
“Jika hanya mengejar peningkatan rasio elektrifikasi, maka pembangunan akan lebih banyak terserap di kawasan perkotaan karena jumlah penduduknya lebih besar. Sementara desa-desa kecil tidak banyak memberi kontribusi angka,” ungkapnya, Minggu (5/10/2025).
Menurut Yosua, kebutuhan masyarakat di desa terpencil justru lebih mendesak. Meski populasinya tidak besar, wilayah tersebut tetap harus mendapat hak yang sama atas pelayanan energi.
“Kalau kita ingin mendorong pemerataan pembangunan, maka yang harus dikejar adalah bertambahnya jumlah desa yang menikmati listrik. Bukan semata-mata meningkatkan angka rasio,” tegasnya.
Krayan dan Lumbis Masih Jadi Tantangan
Beberapa desa perbatasan seperti di Krayan dan Lumbis disebut menjadi tantangan paling besar. Akses menuju wilayah ini tidak mudah, sehingga pembangunan jaringan listrik memerlukan biaya dan upaya ekstra.
“Letak geografisnya membuat proses penyediaan listrik tidak sederhana. Namun, meskipun penduduknya sedikit, mereka tetap berhak mendapatkan layanan yang sama,” jelas Yosua.
Sinergi dengan PLN dan Pemerintah Pusat
Untuk mempercepat penyediaan listrik, Dinas ESDM Kaltara terus berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah pusat. Kolaborasi ini meliputi pembangunan jaringan listrik konvensional hingga pemanfaatan energi baru terbarukan bagi wilayah yang sulit dijangkau.
“Kami ingin energi dapat dinikmati seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedalaman. Listrik membuka banyak peluang—mulai dari peningkatan kualitas hidup, aktivitas ekonomi, hingga memacu kemajuan desa,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi desa di Kaltara yang hidup tanpa penerangan. Semua masyarakat, dari pusat kota hingga pelosok perbatasan, diharapkan memperoleh akses listrik yang setara sebagai bagian dari pembangunan nasional.(*)









