KORANBORNEO, NUNUKAN– Hj. Rahmawati Zainal, SH, Anggota DPR RI Dapil Kaltara, didampingi Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara menyusuri perjalanan panjang menuju Desa Linsayung, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan — wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Melalui Program Kaltara Terang, kami ingin memastikan masyarakat perbatasan juga merasakan manfaat pembangunan energi hingga ke pelosok. Selain itu, kami turut menyalurkan bantuan CSR dari perusahaan di Kaltara berupa pembangkit listrik tenaga surya dan mesin jahit listrik untuk mendukung UMKM dan pengrajin lokal,” ujar Anggota DPR RI Dapil Kaltara ini.
Menurutnya Aspirasi masyarakat yang diserap menjadi bekal penting dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di wilayah perbatasan.
Program “Kaltara Terang di Perbatasan Negeri” resmi diluncurkan sebagai bagian dari proyek perubahan yang digagas oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bertempat di ruang pertemuan, Desa Linsayung, Kabupaten Nunukan. (10/10)
“Program ini tidak hanya bertujuan menerangi wilayah perbatasan yang belum teraliri tenaga listrik, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM,” tambahnya.
Peluncuran program ini ditandai dengan kegiatan Sosialisasi Energi Baru Terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik, dan secara resmi dibuka oleh anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hj. Rahmawati Zainal, S.H. Komisi VII DPR RI yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, dan Sarana Publikasi, didampingi Kadis ESDM Kaltara Yosua Batara.(ESDM Kaltara)












