TANJUNG SELOR, KORANBORNEO – Sinyal positif terkait transisi energi tidak hanya datang dari sektor pembangkitan listrik di desa, namun juga dari sektor transportasi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Yosua Batara Payangan menjelaskan masa kini menunjukkan peningkatan penggunaan alat transportasi berbasis listrik, sebuah langkah maju menuju lingkungan yang lebih bersih.
“Keunggulan kendaraan listrik, Pemerintah setempat melihat penggunaan alat transportasi berlistrik sebagai inisiatif yang sangat baik, memberikan dua manfaat utama,” ungkapnya Kamis (4/12/2025).
Hal pertama bagi dia adalah penggunaan energi listrik dinilai lebih hemat dibandingkan menggunakan bahan bakar fosil yang cenderung mahal.
“Ramah lingkungan kendaraan listrik termasuk dalam kategori “energi hijau”. Penggunaannya membantu menghindari polusi yang berlebihan, sehingga lingkungan menjadi lebih baik,” ucapnya.
“Kalau menggunakan energi listrik ya tentunya lingkungan kita akan lebih baik, dan harapan kita ya semakin ke depan ya kita akan menuju ke sana, menggunakan energi listrik,” sambungnya.
Meskipun secara keseluruhan jumlah kendaraan listrik, seperti mobil listrik, belum terlalu banyak di Kaltara, penggunaannya dinilai sudah memungkinkan.
“Salah satu jenis kendaraan listrik yang sudah banyak digunakan adalah sepeda listrik dan dengan adanya dukungan dari pemerintah untuk membangun stasiun pembangkit dan pengisian listrik, infrastruktur bagi mobil dan sepeda motor listrik diharapkan akan terus berkembang,” pungkasnya. (*)











