TANJUNG SELOR, KORANBORNEO – Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sektor pertambangan dan energi di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong untuk lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.
Hal ini menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Yosua Batara Payangan sejalan dengan harapan Gubernur Kaltara agar program CSR betul-betul dinikmati masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian mereka.
“Pemerintah Provinsi Kaltara menggelar inisiatif “Energi untuk Negeri” untuk mengajak perusahaan-perusahaan agar lebih maksimal dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya Kamis (4/12/2025).
Contoh nyata kata dia ada di Desa Linusaung yang terletak di perbatasan.
Perusahaan membantu masyarakat dengan menyediakan peralatan mesin jahit.
“Diketahui, sebanyak empat mesin jahit disalurkan untuk kegiatan produktif,” ujarnya.
Bagi dia untuk memastikan kegiatan produksi berjalan lancar, perusahaan juga menyediakan pembangkit listrik bertenaga surya yang disesuaikan dengan potensi energi terbarukan di desa tersebut.
“Dengan dukungan peralatan ini, masyarakat desa kini mampu memproduksi tas kombinasi kulit dan rotan,” ucapnya.
Yosua menilai hasil produksi ini secara langsung meningkatkan ekonomi masyarakat di desa perbatasan.
“Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, Kaltara berhasil mengintegrasikan pembangunan ekonomi di daerah terpencil dengan prinsip keberlanjutan energi hijau,” pungkasnya. (*)













