Pelantikan Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Balikpapan periode 2026–2029, (FOTO: Istimewa)
BALIKPAPAN, KORANBORNEO – Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) GMKI Balikpapan periode 2026–2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI (PNPS GMKI), William Sabandar, di Gereja GPIB Bukit Benuas Balikpapan, Jumat (29/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring senior GMKI di kawasan Kalimantan. Kehadiran PCPS GMKI Balikpapan menempatkan kota ini sebagai cabang ke-58 Perkumpulan Senior GMKI di Indonesia sekaligus menjadi cabang ke-21 yang dilantik pada masa kepengurusan PNPS GMKI periode 2025–2028.
Balikpapan juga diproyeksikan sebagai pusat pengembangan organisasi senior GMKI di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Sejalan dengan itu, PNPS GMKI menargetkan pembentukan 120 cabang senior GMKI secara nasional hingga tahun 2028.
Prosesi pelantikan dihadiri unsur gereja, pemerintah, kader GMKI, senior GMKI, serta sejumlah organisasi mitra. Turut mendampingi William Sabandar, Sekretaris Jenderal PNPS GMKI Jeirry Sumampow.
Kepengurusan PCPS GMKI Balikpapan dipimpin oleh Viasmudji Bitticaca sebagai Ketua dan Erwin Timbang sebagai Sekretaris bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutan perdananya, Viasmudji menegaskan komitmen PCPS GMKI Balikpapan untuk menjadi ruang kolaborasi para senior GMKI dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, gereja, dan pembangunan daerah.
Menurutnya, tantangan kebangsaan yang semakin kompleks membutuhkan keterlibatan aktif para senior GMKI untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, pelayanan, serta kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan publik.
“PCPS GMKI Balikpapan harus menjadi wadah yang mampu mengonsolidasikan pengalaman, kapasitas, dan jejaring para senior untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi Kota Balikpapan dan daerah sekitarnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PNPS GMKI William Sabandar menilai kehadiran PCPS GMKI Balikpapan memiliki arti strategis dalam memperluas pengaruh positif senior GMKI di kawasan Kalimantan.
Ia menegaskan bahwa senior GMKI tidak boleh hanya menjadi kelompok alumni, tetapi harus tampil sebagai kekuatan sosial yang menjaga persatuan bangsa di tengah beragam tantangan kebangsaan.
“Senior GMKI harus menjadi penjahit dan penggerak kebhinekaan bangsa melalui peran kreatif gereja dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera di Indonesia,” tegas William.
Menurutnya, PCPS GMKI merupakan ujung tombak dalam menggerakkan potensi dan pengabdian para senior GMKI untuk menjawab berbagai persoalan bangsa, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pada kesempatan tersebut, William juga menyampaikan rencana kolaborasi antara DPP Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), PP GMKI, dan PNPS GMKI dalam pengembangan sekretariat bersama di sejumlah cabang GMKI di Indonesia. Balikpapan menjadi salah satu daerah yang diproyeksikan masuk dalam agenda penguatan kelembagaan tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi publik bertema “Krisis Ekonomi dan Tantangan Gereja dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045” yang dipandu Senior GMKI Balikpapan, Hendrik Kalalembang.
Dalam paparannya, William menyoroti kondisi perekonomian nasional yang masih menghadapi tantangan serius meskipun mencatat pertumbuhan positif pada kuartal pertama tahun 2026.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan penguatan fundamental ekonomi, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pemerataan akses terhadap kesempatan kerja dan distribusi hasil pembangunan.
“Tantangan terbesar bukan hanya bagaimana mencapai pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sehingga tercipta keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan pembangunan.
Menutup diskusi, William mengajak seluruh senior GMKI untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, membangun jejaring pengabdian, serta aktif memberikan gagasan konstruktif kepada pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkeadilan menuju Indonesia Emas 2045.(*)














